Astronom Menemukan Gugus Bola Gelap Yang Misterius


Posted By: Nasrul Alimuddin - 6/23/2015
Galaksi elips raksasa Centaurus A (NGC 5128) dan lokasi gugus bola yang aneh.

Dengan bantuan ESO Very Large Telescope, para ilmuwan telah menemukan kelas baru gugus bola "gelap" di sekitar galaksi raksasa Centaurus A. Temuan yang mengungkapkan sedikit tentang beberapa sistem bintang tertua di alam semesta.

"Gugus bola dan bintang penyusunnya adalah kunci untuk memahami pembentukan dan evolusi galaksi," kata Matt Taylor, salah seorang peneliti, dalam rilis berita. "Selama beberapa dekade, astronom berpikir bahwa bintang yang berada di globular cluster memiliki usia dan komposisi kimia yang sama, tapi kita sekarang tahu bahwa mereka masih misterius dan lebih rumit."

Dalam hal ini, para peneliti mengamati galaksi elips Centaurus A, yang merupakan galaksi raksasa terdekat dengan Bima Sakti. Galaksi ini diduga memiliki gugus bola sebanyak 2.000, banyak yang lebih terang dan lebih masif dibanding 150 gugus bola yang mengorbit Bima Sakti.

Para ilmuwan mengamati 125 gugus bintang globular sekitar Centaurus A dan kemudian melakukan studi rinci tentang mereka. Mereka menyimpulkan massa dari gugus tersebut dan membandingkan hasilnya dengan seberapa terang masing-masing cluster tersebut bersinar.

Yang mengejutkan, mereka menemukan bahwa beberapa gugus bola melakukan sesuatu yang aneh; mereka banyak kali lebih masif dibanding kecerahannya. Lebih aneh lagi, semakin masif cluster ini semakin gelap mereka. Ada sesuatu dalam kelompok ini yang gelap, tersembunyi dan besar. Tapi apa?

Ada kemungkinan bahwa cluster gelap ini mengandung lubang hitam atau sisa-sisa bintang gelap lainnya di inti mereka. Ada juga kemungkinan lain, cluster ini mungkin telah mempertahankan gumpalan materi gelap yang signifikan dalam inti mereka.

Objek-objek ini tetap menjadi misteri. Tim ini juga terlibat dalam survei yang lebih luas untuk mencari gugus bola di galaksi lain dan ada beberapa petunjuk menarik bahwa cluster gelap tersebut juga dapat ditemukan di tempat lain.

Matt Taylor menyimpulkan situasi: "Kami telah tersandung pada gugus bola kelas baru dan misterius. Hal ini menunjukkan bahwa kita masih harus banyak belajar tentang semua aspek pembentukan gugus bola ."

Sumber: Astrophysical Journal.